Lewati ke konten
Bumi Sunyi Signal

Chapter 2 Paket Malam

BAB 2: PAKET MALAM
Angka digital merah pada sudut bawah monitor terus merayap turun dengan dingin. 03:42:15. Tiga jam empat puluh dua menit tersisa sebelum fajar, dan hitung mundur itu terasa seperti denting jam kematian bagi Derry. Jika hitung mundur itu menyentuh angka nol sementara tiga slot sesi di dasbornya tidak terpenuhi, sistem Billing Dao akan menyita satu jalur meridian utamanya secara permanen. Derry melirik lengan kanannya yang membiru kaku; kehilangan satu jalur lagi sama saja dengan membiarkan organ vitalnya mengalami gagal fungsi mutlak.
Di luar ruko, titik-titik cahaya Qi yang semula samar kini mulai menyusun formasi di ujung jalan raya. Derry mengintip dari balik ubin pembatas. Ada pendaran merah meredup yang bergerak merayap—kemungkinan besar anjing liar mutasi—dan dua pendaran kuning tajam yang bergerak dengan ritme konstan layaknya manusia yang terlatih.
Mereka tahu ada Pusaka Uptime yang menyala di sini, batin Derry, napasnya memburu dan terasa perih di dada kirinya yang retak.
Logika survival lamanya mendesak Derry untuk tetap meringkuk di kolong meja, menahan napas, dan berharap barikade meja berat di depan ruko mampu menahan gempuran. Namun, logika barunya sebagai admin warnet menampar kesadarannya. Jika para pemburu itu tertahan di luar radius lima meter, mereka akan menghancurkan dinding ruko dari kejauhan menggunakan teknik jarak jauh. Dasbor Billing Dao tidak akan mendeteksi mereka sebagai pengguna, misi akan gagal, dan Derry akan mati duduk tanpa sempat melawan.
Kalau mereka tidak mau masuk, aku yang harus memaksa mereka melakukan login, pikir Derry tegas. Tangannya yang dingin kembali menyentuh keyboard berdebu.
Ia menatap dasbor panel hitam yang berkedip di layar CRT 17 inci miliknya. Jarinya bergerak taktis menelusuri menu konfigurasi sistem yang kaku. Di bawah tab Manajemen Tarif, sebuah opsi tersembunyi yang semula terkunci kini menyala redup setelah ia memperoleh saldo dari Bang Rogo: [ PAKET MALAM / NIGHT PACKET v1.0 ].
Derry menekan tombol Enter. Sebuah kotak dialog baru terbuka:
text
[ KONFIGURASI PAKET MALAM ]
Pancaran Sinyal Gateway : NONAKTIF (default)
Konfigurasi SSID Qi : [Derry_Net_Free_Qi]
Alokasi Output Residu : 12 KB/s (Membutuhkan 100 Saldo Qi)

Peringatan: Mengaktifkan pancaran sinyal akan mengubah Pusaka Uptime
menjadi suar spiritual yang terlihat jelas dalam radius 200 meter.
Gunakan kode dengan hati-hati.
Derry menelan ludah. 12 KB per detik sinyal Qi murni. Di dunia yang seratus hari ini mengalami kiamat kuota energi, memancarkan Qi murni yang stabil secara gratis sama saja dengan menyalakan lampu suar raksasa di tengah laut yang gulita. Para kultivator pengembara yang meridiannya kering atau monster yang kelaparan akan langsung berdatangan demi mendapatkan setetes energi spiritual murni tanpa perlu bersusah payah memurnikan kabut beracun di luar.
Ia menekan tombol pengaktifan. Layar CRT berdengung lebih nyaring, dan tabung kacanya mengeluarkan gelombang hawa hangat yang tidak lagi berbau ozon hangus, melainkan aroma mint yang sejuk dan menenangkan—perwujudan fisik dari Qi murni yang mulai dipancarkan keluar ruko lewat kabel LAN lama yang tertanam di dinding.
Derry belum selesai. Strategi taktis membutuhkan umpan berlapis.
Ia merangkak dengan bertumpu pada lutut dan satu tangan, mendekati pintu rolling door yang koyak. Di sana, Bang Rogo masih tergeletak lumpuh seperti batang kayu mati. Derry meraih kerah jaket kulit Rogo yang tebal, lalu dengan sekuat tenaga menarik tubuh besar itu sejauh satu meter ke dalam, menempatkannya tepat di ambang ubin retak berjarak empat setengah meter dari meja operator.
Derry mengatur tubuh Rogo agar bersandar pada tiang beton ruko, terlihat dari luar jalan raya seolah-olah pria besar itu sedang bermeditasi dengan tenang menikmati aliran energi. Ini adalah umpan visual. Penjarah lain yang melihat Rogo tidak bergerak akan berpikir bahwa Rogo sedang menyerap keuntungan dari tempat ini, bukan sedang dilumpuhkan.
Terakhir, Derry kembali ke sudut kompor mini miliknya. Dengan tangan gemetar, ia menyalakan pemantik gas. Api biru kecil menyala, memanaskan kembali sisa kuah mi instan yang tersisa di panci aluminium. Dalam hitungan detik, bau gurih yang pekat kembali menguar bebas, memotong barikade udara dingin, dan menyusup keluar menuju jalanan yang mati.
Derry merangkak kembali ke balik singgasananya di bawah meja operator, tang crimping besi terselip di pinggang, dan jemarinya bersiap di atas tombol shortcut pembatas bandwidth. Matanya melekat penuh pada sudut kanan dasbor.
Umpan jaringan sudah menyala. Umpan indrawi sudah tersebar. Sekarang, tinggal menunggu siapa yang paling cepat menekan tombol koneksi.
BIP.
Layar CRT berkedip ganda dengan warna kuning menyala. Dua baris teks baru muncul di log pencarian gerbang udara, memotong hitung mundur misi dengan detak peringatan yang dingin:
[ DETEKSI GATEWAY: DUA SINYAL ASING MENDEKATI ANTARMUKA ]
Sinyal_A: Otentikasi Qi Manusia terdeteksi (Jarak: 8 meter)
Sinyal_B: Frekuensi Qi Binatang Mutasi terdeteksi (Jarak: 7 meter)
Mencoba melakukan sinkronisasi IP spiritual…
Derry menahan napasnya rapat-rapat. Umpannya bekerja terlalu baik. Dua pelanggan pertamanya datang secara bersamaan dari arah yang berbeda, dan mereka tidak berniat untuk mengantre dengan damai.

SRAAAKK!
Langkah kaki yang bergesekan dengan reruntuhan kerikil terdengar memburu dari dua arah berlawanan di depan ruko. Aroma gurih kuah mi instan bercampur pancaran hangat SSID Qi gratis dari Derry Net sukses menciptakan histeria di tengah malam yang sunyi.
Dari sisi kiri jalan, sebuah bayangan manusia melompat cepat melewati sasis mobil berkarat. Ia mengenakan jubah hitam lusuh dengan topeng kain kasar yang menutupi wajahnya. Tangan kanannya menggenggam seikat jarum perak yang memancarkan pendaran Qi biru dingin beracun.
Namun, dari arah kanan, sebuah geraman berfrekuensi rendah yang menggetarkan ubin ruko terdengar lebih dulu. Sesosok anjing jalanan yang telah bermutasi sebesar anak sapi menerjang masuk dari celah rolling door. Bulunya telah rontok, digantikan oleh lapisan kulit mati yang mengeras seperti kerak besi, dan sepasang taring spiritual sepanjang dua puluh sentimeter mencuat dari rahangnya yang meneteskan air liur asam.
Begitu kedua makhluk itu melompati tubuh Bang Rogo yang lumpuh dan menapakkan kaki di atas ubin retak radius lima meter—
BIP! BIP!
Layar CRT di atas kepala Derry mengeluarkan bunyi bel ganda yang nyaring. Dasbor hitamnya seketika memperbarui log sesi dengan baris teks berkedip cepat:
text
[ NOTIFIKASI: MULTI-USER LOGIN SUCCESS ]
Sesi_02: Guest_02 (Kultivator_Topeng) -> Paket Malam Aktif
Sesi_03: Guest_03 (Mutan_Dog) -> Paket Malam Aktif

[ RESOURCE MONITOR ]
Sesi Aktif: 2 / 3
Status Bandwidth Total: Terbagi Otomatis (6 KB/s per User)
Gunakan kode dengan hati-hati.
“Qi murni! Pusaka ini benar-benar memancarkan kuota Qi murni tanpa racun!” Kultivator bertopeng itu berseru dengan suara parau yang gemetar karena fanatisme. Di matanya, ruangan warnet yang berdebu ini tidak lagi tampak seperti reruntuhan, melainkan oase spiritual yang sangat berharga.
Namun, ia tidak punya waktu untuk menikmatinya. Anjing mutasi di seberang lorong kursi langsung mengalihkan pandangan matanya yang merah menyala ke arah si kultivator. Bagi binatang itu, manusia berbaju hitam ini adalah saingan utama yang ingin merebut sumber makanannya.
GROOOAWL!
Anjing mutasi itu melompat, menerjang maju menyusuri lorong sempit barikade kursi gaming yang sengaja Derry desain. Kecepatan dan bobot tubuhnya yang besar membuat jajaran meja PC di kanan-kirinya bergetar hebat.
Kultivator bertopeng mendengus dingin. “Binatang sialan, berani berebut tempat kultivasi denganku?!” Ia menghentakkan kakinya ke lantai, melompat mundur sembari mengayunkan tangannya, melepaskan tiga buah jarum perak beracun yang melesat membelah kegelapan menuju sepasang mata si anjing.
TANG! TANG!
Dua jarum membentur kulit kepala anjing yang sekeras besi hingga memercikkan bunga api, namun jarum ketiga berhasil menggores sudut matanya. Anjing mutasi itu melolong kesakitan. Amarahnya memuncak. Dengan satu hentakan kaki belakang yang diperkuat Qi, ia menerjang lebih cepat, rahangnya terbuka lebar siap merobek leher si kultivator.
Derry meringkuk di kolong meja operator yang hanya berjarak dua meter dari titik benturan mereka. Serpihan kayu partisi dan debu semen berterbangan menghantam punggungnya. Dadanya yang retak berdenyut nyeri setiap kali ada getaran energi yang meledak di dekatnya.
Sial, kalau mereka saling membunuh sekarang, salah satu sesi akan terputus! Otak Derry berputar cepat. Aku harus menjaga keduanya tetap hidup sampai subuh demi misi!
Derry melirik monitor. Ia mengaktifkan skill awal [Cek Koneksi] untuk kedua target sekaligus. Angka digital hijau neon seketika melayang di atas kepala mereka.
Guest_02 (Topeng) – ping: 42 ms
Guest_03 (Anjing) – ping: 15 ms
Si anjing punya jeda reaksi lebih pendek! Dia bertarung dengan insting murni, analisis Derry cepat.
Tepat di layar, Derry melihat anjing mutasi itu sudah berada di udara, moncongnya tinggal tiga puluh sentimeter dari tenggorokan kultivator bertopeng yang posisinya terdesak di sudut meja. Kultivator itu tidak akan sempat merapalkan teknik pertahanan dengan ping 42 ms miliknya. Jika kultivator itu mati, slot sesi aktif Derry akan kembali turun menjadi 1.
Tidak di warnet saya, bajingan!
Derry menghentakkan jarinya pada keyboard, membuka opsi Throttling manual untuk Guest_03. Dengan kecepatan mengetik admin yang terlatih, ia menjepit batas kecepatan energi si anjing.
COMMAND: LIMIT Guest_03 TO 1 KB/s.
ENTER!
BZZZT!
Tepat saat taring anjing itu hendak mengatup di leher korbannya, seluruh tubuh besar anjing mutasi itu mendadak kaku di udara. Gerakannya melambat secara ekstrem, terhambat oleh hukum ruang Billing Dao yang mencekik aliran energi kinetik spiritualnya dari 15 ms menjadi lag parah sewarga dial-up zaman purba. Di atas kepalanya, simbol lingkaran berputar (buffering) berkedip merah.
Kultivator bertopeng yang semula sudah pasrah memejamkan mata, terkejut melihat monster di hadapannya mendadak “membeku” dalam posisi melayang yang aneh. Menyadari kesempatan emas ini, mata si kultivator berkilat kejam. Ia mengangkat tangannya yang diselimuti energi Qi biru pekat, siap menghujamkan sisa jarum beracunnya langsung ke dalam mulut terbuka anjing tersebut untuk menghancurkan organ dalamnya.
“Mati kau!” teriak kultivator itu.
Jangan harap! Kalau anjing ini mati, sesinya juga hangus! Derry memaki dalam hati. Jarinya yang masih berada di atas keyboard langsung berpindah ke profil Guest_02.
COMMAND: LIMIT Guest_02 TO 0.5 KB/s.
ENTER!
KLIK.
Tangan kultivator bertopeng yang sedang meluncur turun dengan kecepatan tinggi mendadak tersendat kasar di tengah jalan. Lengannya bergetar hebat, tertahan oleh dinding tak kasat mata yang menjepit pasokan Qi ke meridian tangannya menjadi paket hemat setengah kilobyte.
Kini, di dalam warnet Derry yang berdebu, tercipta sebuah pemandangan yang luar biasa absurd. Seekor anjing mutasi raksasa membeku di udara dengan mulut menganga, sementara seorang kultivator berjubah hitam mematung dengan tangan terangkat, keduanya saling menatap dengan mata melotot penuh ngeri dan kebingungan mutlak. Urat-urat di tubuh mereka menonjol akibat tekanan energi yang tertahan dan tidak bisa tersalurkan.
Dari selisih tarif pembatasan ekstrem kedua pengguna ini, monitor Derry kembali bernyanyi dengan deretan angka saldo yang melonjak cepat.
[ LOG: SELISIH TARIF MULTI-SESI DITERIMA ]
Saldo Qi: 312 KB -> 450 KB -> 580 KB
Derry menyeka keringat dingin yang bercampur debu di dahinya, napasnya memburu dari balik kolong meja. Ia berhasil menstabilkan situasi menjadi gencatan senjata paksa yang aneh melalui manajemen bandwidth ganda.
Namun, kegembiraan kecil itu langsung buyar saat matanya melirik indikator misi di sudut atas dasbor yang masih berkedip merah dengan hitung mundur yang kejam:
Sesi Aktif Saat Ini: 2 / 3
Waktu Tersisa: 02:14:09
Dua dari tiga, batin Derry, jantungnya kembali berdegup kencang. Gencatan senjata ini tidak akan bertahan selamanya kalau CPU-ku kehabisan daya. Aku butuh pelanggan ketiga untuk menyelesaikan shift ini.
Tepat ketika Derry memikirkan hal itu, sebuah langkah kaki yang terseok-seok dan napas yang terengah-engah penuh darah terdengar dari arah luar jalan raya, mendekati ambang ruko warnetnya.
Hah… Hah… Hah…
Suara napas itu pendek, berat, dan basah oleh cairan yang menyumbat tenggorokan. Dari balik kegelapan Kabut Jernih di luar ruko, sesosok pria paruh baya merangkak masuk melewati ambang pintu besi yang koyak. Ia mengenakan jubah abu-abu sutra khas Sekte Angin Lembah—saksi kejayaan masa lalu yang kini compang-camping dan bersimbah darah segar. Di belakang punggungnya, sisa-sisa kabut berwarna keunguan merayap lambat. Itu adalah Qi Racun Korosif, sebuah teknik kutukan tingkat menengah yang terus mengikis sisa pertahanan batinnya.
Pria paruh baya itu adalah Master Yuan. Sebagai kultivator Tahap Menengah (Qi Condensation Realm – Tingkat 5), ia biasanya tidak akan pernah melirik ruko kecil pinggiran kota seperti ini. Namun malam ini, saat meridiannya berada di ambang kehancuran, ia merasakan pancaran gelombang energi yang luar biasa murni di udara. Gelombang itu stabil, sejuk, tanpa distorsi racun kiamat.
Sebuah oase di tengah gurun. Sinyal Derry_Net_Free_Qi.
Begitu telapak tangannya yang gemetar menyentuh ubin semen berjarak kurang dari lima meter dari pos operator—
BIP!
Layar CRT di atas kepala Derry mengeluarkan bunyi lengkingan frekuensi tinggi yang sangat tajam, disusul kedipan lampu indikator dasbor yang berubah menjadi warna hijau menyala:
text
[ NOTIFIKASI: USER BARU TERDETEKSI ]
Sesi_04: Guest_04 (Tahap Menengah – Yuan_Sekte) -> Paket Malam Aktif

[ EVALUASI KONDISI MISI ]
Sesi Aktif Saat Ini: 3 / 3
Status Misi: TERCAPAI (Sedang Berjalan – Pertahankan hingga Subuh!)
Gunakan kode dengan hati-hati.
Derry, yang masih meringkuk di bawah meja sembari menahan napas, merasakan dadanya yang retak berdenyut lega untuk sesaat. Tiga slot penuh! Misi harian untuk mengamankan meridiannya akhirnya terpenuhi.
Namun, kelegaan itu tidak bertahan lebih dari lima detik.
BZZZZZZZZT—!
Komputer tabung kuno merek Samsung di atas meja operator mendadak bergetar hebat. Suara gulungan trafo di dalamnya memekik nyaring. Hawa mint yang semula menyejukkan di dalam ruangan seketika menguap, digantikan oleh gelombang panas yang menyembur dari lubang ventilasi casing CPU server.
Master Yuan yang baru saja login, langsung memejamkan mata dalam posisi merangkak. Secara tidak sadar, tubuhnya yang haus akan energi murni mulai menyedot sisa bandwidth Qi dari Pusaka Uptime Derry dalam skala masif. Ia menarik energi spiritual layaknya sebuah PC client yang melakukan proses unduhan berukuran ratusan gigabyte tanpa menggunakan aplikasi pembatas kecepatan.
Di layar CRT, kotak peringatan darurat berwarna kuning berkedip lambat, lalu berubah menjadi merah darah berukuran penuh:
text
[ WARNING: RESOURCE USAGE CRITICAL ]
CPU Usage : 98.7% (OVERLOAD)
Core Temp : 92°C
Bandwidth Load : MAX OUT (System Bottleneck)

Peringatan: Aliran Qi masuk melampaui batas pemrosesan hardware lama.
Sistem Billing Dao akan mengalami CRASH / SHUTDOWN dalam 15 menit!
Gunakan kode dengan hati-hati.
Derry membelalakkan mata. Keringat dingin bercucuran membasahi pelipisnya hingga debu di wajahnya luntur. Crash? Jika sistem itu mati akibat overheating, maka seluruh fitur pembatasan (throttling) yang sedang menahan anjing mutasi dan kultivator bertopeng akan copot seketika. Dua makhluk mematikan yang saat ini membeku di tengah labirin kursi akan kembali bergerak, dan Derry—sang admin ringkih dengan rusuk retak—akan langsung dicabik-cabik di tempat tidurnya sendiri.
“Sialan… PC kentang tetap saja PC kentang bahkan di dunia baru!” Derry memaki parau.
Ia tidak punya pilihan lain. Ini adalah masalah manajemen jaringan (Bandwidth Management). Jika jalur utama kelebihan beban karena satu user gila unduhan, seorang admin tidak boleh mematikan server. Ia harus membagi prioritas trafik secara manual.
Derry memaksakan jemarinya yang gemetar untuk kembali menari di atas keyboard. Ia memanggil skill awal [Cek Koneksi] untuk memetakan visualisasi aliran data spiritual ketiga penggunanya. Di matanya, kini terlihat tiga jalur kabel energi tak kasat mata berwarna hijau murni yang menghubungkan monitornya dengan ketiga target. Jalur milik Master Yuan tampak tebal seperti pipa saluran air utama, sementara jalur milik si topeng dan si anjing tipis tersendat akibat throttling sebelumnya.
Guest_04 (Yuan) – ping: 12 ms (Menarik data masif)
Guest_02 (Topeng) – ping: 990 ms (Lagged)
Guest_03 (Anjing) – ping: 1200 ms (Lagged)
Sistem ini menarik Qi dari sekitar untuk dijadikan saldo milikku, lalu membagikannya lewat sinyal Paket Malam, Derry menganalisis logikanya secara cepat. Master Yuan butuh Qi murni untuk menambal racunnya, tapi CPU-ku tidak kuat memproses penarikan langsung dari alam secepat itu. Kalau begitu… aku akan memindahkan trafiknya!
Taktik itu adalah Routing / Bandwidth Shaping.
Derry membuka panel administrasi Sesi_02 (Kultivator Topeng). Alih-alih hanya menjepit kecepatan si topeng ke angka 0.5 KB/s dan membuang sisa energinya menjadi saldo statis di monitor, Derry mengetikkan baris perintah kustom baru yang ia pelajari dari struktur dasar cPanel di memori kepalanya:
COMMAND: ROUTE_TRAFFIC Sesi_02 -> Sesi_04 (ALLOCATION: 75%)
COMMAND: ROUTE_TRAFFIC Sesi_03 -> Sesi_04 (ALLOCATION: 20%)
ENTER!
BIP.
Layar CRT bergetar satu kali disertai suara ceklek dari sakelar internal.
Detik itu juga, visualisasi pipa energi di mata Derry berubah. Jalur tebal yang semula menyedot daya langsung dari CPU server kini bercabang. Sistem Billing Dao mulai menyedot sisa Qi dari dantian milik Kultivator Topeng dan Anjing Mutasi secara diam-diam melalui selisih tarif pembatasan ekstrem mereka, lalu mengalirkannya secara terukur langsung untuk “menambal” kebocoran energi dan racun di tubuh Master Yuan.
“A-Apa ini?!” Kultivator bertopeng itu mendadak mengeluarkan suara pekikan tertahan di balik kain topengnya. Tubuhnya yang mematung di udara kini mulai gemetar, bukan lagi karena menahan serangan, melainkan karena ia merasakan ada sebuah pusaran tak terlihat di dalam perutnya yang mulai menghisap paksa cadangan Qi miliknya sendiri.
Di seberangnya, anjing mutasi raksasa itu juga mulai mengeluarkan suara lengkingan tipis dari tenggorokannya. Bulu-bulu keraknya meremang saat energinya dikuras tanpa permisi.
Di sisi lain, Master Yuan yang semula merangkak dengan napas sekarat, mendadak tersentak. Hawa ungu beracun di punggungnya pelan-pelan terkikis, digantikan oleh pendaran Qi biru dan abu-abu yang mengalir masuk ke tubuhnya—energi hasil jarahan dari dua pelanggan di sampingnya yang disaring bersih oleh sistem Billing Derry.
Derry menatap monitor dengan mata merah, mengabaikan denyut perih di dadanya. Angka penggunaan daya server perlahan-lahan merosot turun ke zona aman.
CPU Usage: 98.7% -> 74.2% -> 55.0% (STABLE)
Core Temp : 92°C -> 78°C
“Berhasil…” Derry berbisik, tubuhnya melorot jatuh di lantai semen di bawah meja. Jaringan warnetnya kembali stabil melalui sistem pembagian bandwidth silang yang genius.
Kini, tugasnya tinggal satu: mempertahankan kegilaan tak kasat mata ini tetap berjalan, menatap jam digital sistem yang menghitung mundur detik-detik menegangkan menuju batas fajar, sembari memastikan tidak ada satu pun dari ketiga pelanggannya yang Disconnect sebelum waktunya.
00:00:03… 00:00:02… 00:00:01…
TIIIT—!
Sebuah bunyi bel panjang dan jernih bergema dari tabung speaker monitor Samsung kuno itu, memecah ketegangan yang telah mencengkeram Derry Net selama berjam-jam. Tepat di saat yang sama, berkas cahaya abu-abu fajar pertama menyelinap masuk melalui ventilasi ruko yang hancur, menyinari kepulan debu yang melayang di udara.
Di layar CRT, warna merah darah yang mengerikan seketika lenyap, digantikan oleh kembang api piksel hijau yang meriah:
text
===== SHIFT JAGA SELESAI =====
Status Misi : BERHASIL (3 Sesi Aktif Hingga Fajar)
Penalti Gagal : DIBATALKAN

[ PROSES AUTO-LOGOUT DIMULAI ]
Memutus koneksi pengguna secara paksa…
Mencetak Nota Tagihan Qi…
Gunakan kode dengan hati-hati.
BZZZZT!
Tekanan ruang tak kasat mata yang menjepit seisi Bilik mendadak lepas. Efek lag ekstrem yang membekukan atmosfer warnet runtuh dalam sekejap.
Anjing mutasi raksasa yang semula melayang beku langsung jatuh menghempas lantai semen dengan bunyi DEB yang berat. Di seberangnya, kultivator bertopeng dan Master Yuan tersungkur ke depan, megap-megap menghirup udara apak warnet seperti orang yang baru saja lolos dari cekikan maut.
Namun, sebelum mereka sempat mengumpulkan kesadaran atau melancarkan serangan balasan, monitor Derry kembali mengeluarkan bunyi klik mekanis.
text
[ NOTA TAGIHAN DIKELUARKAN ]
Guest_02 (Topeng) : Durasi 3 Jam 50 Menit -> Biaya: 230 KB Qi
Guest_03 (Anjing) : Durasi 3 Jam 50 Menit -> Biaya: 210 KB Qi
Guest_04 (Yuan) : Durasi 3 Jam 30 Menit -> Biaya: 420 KB Qi

Eksekusi: Penarikan otomatis cadangan energi spiritual dari dantian pengguna selesai.
Gunakan kode dengan hati-hati.
“Ugh… A-Apa yang…” Kultivator bertopeng itu merintih parau. Ia mencoba bangkit, namun kedua lututnya langsung gemetar hebat dan roboh kembali. Seluruh simpanan Qi di dalam dantiannya telah dikuras habis tanpa sisa untuk membayar “biaya billing” Paket Malam. Ia merasa lebih kosong dan lemas daripada sebelum ia melangkah masuk ke tempat ini.
Di sampingnya, anjing mutasi raksasa itu bahkan tidak mampu mengangkat kepalanya. Binatang itu hanya bisa mengeluarkan suara lengkingan tipis, ekornya menjepit ke dalam, menatap ke arah meja operator dengan ketakutan instingtual yang mendalam. Mereka berdua, bersama Master Yuan yang jubah abu-abunya kini tampak longgar, memandang sekeliling ruangan berdebu itu dengan tatapan ngeri. Di mata mereka, warnet tua ini bukan lagi oase spiritual, melainkan jebakan iblis berkedok sinyal gratis.
Dengan sisa tenaga yang ada, ketiga “pelanggan” itu mulai merangkak mundur secara perlahan, menyeret tubuh mereka yang lemas keluar dari ruko, menjauh dari radius lima meter milik Derry seolah-olah tempat itu dipenuhi ranjau gaib.
Derry merangkak keluar dari bawah meja operator, memegangi rusuk kirinya. Rasa sakitnya masih ada, namun sebuah kehangatan spiritual tiba-tiba mengalir dari monitor, masuk ke dalam dadanya tepat saat notifikasi hadiah misi muncul di layar:
text
[ HADIAH SHIFT JAGA / REWARD ]
1. Kapasitas Bilik meningkat: Radius 5 meter -> 7 meter.
2. Fitur Baru Terbuka: [ Blacklist MAC v1.0 ]
3. Saldo Qi Akhir: 1.442 KB (Siap digunakan untuk perbaikan/upgrade)
Gunakan kode dengan hati-hati.
Derry menarik napas panjang. Rasa perih di rusuknya mereda secara signifikan saat sebagian saldo Qi otomatis digunakan sistem untuk melakukan troubleshooting pada jaringan fisiknya (tulang rusuknya yang retak). Ia berhasil bertahan hidup di malam pertama.
Namun, kedamaian itu hanya bertahan beberapa detik.
Layar CRT di hadapannya mendadak berkedip ganda. Baris perintah hitam di dasbor bawah secara otomatis menangkap gangguan frekuensi masif yang memancar dari arah pusat kota Bandar Lampung, memicu log pemantauan jarak jauh:
text
[ LOG GATEWAY WARNING – TRAFIK ANOMALI DETECTED ]
Pancaran SSID ‘Derry_Net_Free_Qi’ terdeteksi oleh faksi luar.
Arah Sinyal : 4,2 KM dari Balai Kota (Utara)
Identitas : Rombongan Kultivator Besar (Inti Emas / Gold Core Realm terdeteksi)
Status : Sedang bergerak cepat menuju koordinat IP Pusaka Uptime Anda.
Gunakan kode dengan hati-hati.
Derry membelalakkan mata menatap log peringatan itu. Nama Derry Net kini resmi masuk dalam radar faksi-faksi monster dan kultivator tingkat tinggi yang menguasai kota. Sinyal gratisnya telah memicu badai baru yang jauh lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *