Chapter 6 : Pertahanan Terakhir (The Ultimate Firewall)
Raungan sirene dari arah Balai Kota Pusat terdengar semakin melengking, merobek kesunyian subuh yang berdarah di sepanjang jalan aspal Campang Raya. Berdasarkan grafik pelacakan spasial pada monitor CRT yang retak, konvoi pasukan Sekte Fajar berjarak kurang dari sepuluh menit lagi dari ruko. Derry bisa melihat sorot lampu depan dari kendaraan lapis baja mereka mulai memotong Kabut Jernih di ujung cakrawala, memancarkan pendaran Qi merah pekat yang mengancam [SISTEM AI TERKUAT novel].
Derry tidak bergerak dari kursinya. Di tengah ruko yang gelap dan pengap oleh sisa bau kabel LAN yang meleleh, matanya memancarkan ketegangan yang dingin. Di sudut kanan atas layar, angka saldo hadiah misinya berkedip di angka mutlak:
1.442 KB.“Kalian membawa seluruh pasukan kota hanya untuk meratakan warnet ini?” Derry berbisik parau, jarinya dengan mantap menekan tombol kombinasi untuk membuka menu pertahanan infrastruktur terdalam:
[ AREA SECURITY — ADVANCED PERIMETER ].Derry tidak mengalokasikan saldo tersebut untuk memulihkan kapasitas fisiknya yang kelelahan. Sebagai seorang admin yang sedang menghadapi kepungan massal, ia tahu bahwa ia butuh daya komputasi dan peredam kejut yang jauh lebih besar agar server utamanya tidak meledak saat gelombang serangan pertama menghantam.
Ia menargetkan sisa empat belas unit PC mati di dalam warnet yang telah berdebu selama seratus hari.
text
[ RUN COMMAND: ACTIVATE_SERVER_NODES --PARALLEL ]
Target Perangkat: PC-01 Hingga PC-14 (Rongsokan Hardware)
Biaya Alokasi : 1.200 KB Saldo Qi (Konfirmasi Potongan)
Efek : Mengubah komponen PC lama menjadi Server Nodes Paralel.
Gunakan kode dengan hati-hati.
ENTER!
BZZZZZZZZZT!
Rentetan percikan listrik berwarna hijau mint seketika melesat dari sasis CPU server operator, menjalar liar menyusuri untaian kabel LAN Cat5e di sepanjang partisi meja kayu. Dalam hitungan detik, empat belas monitor tabung dan LCD yang semula mati di dalam ruangan mendadak menyala bersamaan, memancarkan kilau hijau statis yang menerangi seluruh ruko yang berdebu. Kipas-kipas CPU lama yang telah berkarat mulai berputar kencang, menderu serempak menciptakan harmonisasi suara mekanis yang solid.
Derry memanfaatkan pasokan sisa obat spiritual dari deposit Gofar, melemparkannya ke atas sirkuit utama untuk mengekstrak khasiat herbalnya langsung menjadi penguat sirkuit gaib. Empat belas PC tersebut kini resmi terintegrasi sebagai kluster pelindung paralel, siap bertindak sebagai bantalan peredam kerusakan batin dari sistem Billing Dao.
text
[ PROSES SELESAI: FIREWALL PERIMETER Lv.2 AKTIF ]
Daya Tampung Toleransi Trafik: MENINGKAT 400%
Status Jaringan : Memasuki Mode Tempur Massal (Siege Mode)
Gunakan kode dengan hati-hati.
Derry menggenggam pinggiran meja operator dengan erat saat tanah di bawah rukonya mulai bergetar hebat. Di luar jendela ruko yang pecah, aspal parkir beradius tujuh meter miliknya kini dikelilingi oleh lapisan dinding transparan tipis yang berpendar hijau samar—sebuah Firewall fisik yang berdiri tegak menyambut badai.
Cahaya lampu depan kendaraan lapis baja Balai Kota kini telah sepenuhnya menerobos Kabut Jernih di ujung jalan, mengunci pandangan mereka tepat ke arah Derry Net 24 Jam. Sesi pertempuran massal terbesar Derry resmi dimulai.
DUUUMMM! DUUUMMM!
Dua kendaraan lapis baja modifikasi milik Sekte Fajar mengerem mendadak di atas aspal kering, tepat dua meter di luar garis parkir Derry Net 24 Jam. Pintu besi kendaraan itu terbuka kasar. Dua puluh murid elit Tahap Qi Condensation tingkat tinggi melompat turun dalam formasi tempur melingkar, dipimpin oleh Wakil Penatua Sabri yang bermata elang.
“Bentuk Formasi Pemutus Jaringan Purba! Hancurkan ruko ini dari luar!” Sabri memberi komando dengan pedang panjang terangkat.
Dua puluh murid itu serentak menyilangkan lengan mereka di depan dada. Energi Qi berwarna merah menyala menyembur dari dantian mereka, mengalir ke bilah-bilah pedang besi yang mereka bawa. Dalam hitungan detik, mereka meluncurkan ratusan proyeksi bilah pedang Qi yang melesat membelah sisa kabut subuh, membombardir dinding ruko secara membabi buta dari jarak jauh.
BLAAAM! BLAAAM! BLAAAM!
Secara taktis, serangan massal ini bertindak persis seperti Serangan DDoS (Distributed Denial of Service) di dunia lama. Musuh tidak mencoba meretas logika formasi Derry; mereka mencoba membanjiri dinding pelindung Firewall dengan jutaan paket hantaman fisik palsu per detik agar sistem pemrosesan Billing Dao mengalami kegagalan daya dan mati total (crash).
Di dalam ruko yang gelap, monitor CRT utama di atas meja Derry berkedip-kedip liar. Kotak peringatan berpiksel merah tebal menutupi seluruh pandangannya:
text
[ ATTACK WARNING: INCOMING DDoS TRAFFIC ]
Trafik Serangan : 4.500 Hantaman Qi / Detik (Sangat Padat)
CPU Load : 94.2% (Hampir Melampaui Batas)
Gunakan kode dengan hati-hati.
Derry tidak bergeser satu inci pun dari kursi operatornya. Tangannya mencengkeram keyboard mekanis, jarinya bergerak dengan kecepatan admin senior mengeksekusi perintah kustom pertahanan massal:
[ SECURITY — LOAD BALANCING DAO v1.0 ].text
`COMMAND: DISTRIBUTE_TRAFFIC_LOAD --ALL_NODES --EQUALLY`
Gunakan kode dengan hati-hati.
ENTER!
BZZZZZZT!
Tepat saat ratusan pedang Qi itu membentur lapisan tipis dinding Firewall beradius tujuh meter hingga memercikkan bunga api raksasa, energi daya rusak serangan tersebut tidak dibiarkan menumpuk di satu titik. Sistem Billing Dao secara genius memotong dan membagi total beban kerusakan tersebut secara merata ke empat belas unit Server Nodes paralel—empat belas PC mati yang baru saja Derry aktifkan di Adegan 1.
PLOK! PLOK! PLOK!
Layar-layar monitor tabung dari PC Nomor 01 hingga PC Nomor 14 di sepanjang koridor meja bergetar hebat secara bergantian. Casing CPU lama mereka mengeluarkan bunyi gemertak besi dan kepulan asap putih akibat menyerap sepertiga dari total daya rusak serangan DDoS spiritual Balai Kota. Namun, dinding kayu besi dan fondasi ruko Derry Net di tengah ruangan tetap tegak berdiri tanpa tergores sedikit pun. Beban trafik serangan massal itu berhasil diredam total oleh sistem distribusi jaringan Derry.
Wakil Penatua Sabri membelalakkan mata melihat ruko rapuh di hadapannya sama sekali tidak bergeser setelah dihujani ratusan teknik pedang sektenya. Wajahnya memerah menahan murka.
“Mustahil! Formasi pertahanan rongsokan ini bisa menahan beban energi sekte kita?!” Sabri menggeram, lalu mencabut jimat perak pembongkar sirkuit dari balik jubahnya. “Murid-murid! Jangan tertahan di luar! Merangsek masuk dan hancurkan server intinya dari jarak dekat!”
Dua puluh murid elit itu menderu serentak. Mereka menurunkan pedang, menghentak aspal parkir, dan melintasi garis pembatas tujuh meter, merangsek masuk ke dalam radius Bilik Derry dengan kecepatan penuh.
BIP-BIP-BIP-BIP-BIP!
Bunyi bel notifikasi dari monitor CRT Samsung milik Derry mendadak berubah menjadi lengkingan statis panjang yang memekakkan telinga. Dasbor hitam panel Billing Dao mengalami penundaan respons (stuck) selama hampir satu detik penuh karena banjir permintaan koneksi yang terlalu padat. Log sistem di layar berkedip liar dengan teks berwarna kuning pekat:
text
[ NOTIFIKASI: BANJIR TRAFIK USER BARU ]
Sesi_11 Hingga Sesi_30: Login Otomatis Berhasil.
Kapasitas Sesi Saat Ini: 20 / 3 Slot -> CRITICAL OVERFLOW!
Bandwidth Per User : 0.15 KB/s (RTO – Request Timed Out)
Gunakan kode dengan hati-hati.
text
[ NOTIFIKASI: BANJIR TRAFIK USER BARU ]
Sesi_11 Hingga Sesi_30: Login Otomatis Berhasil.
Kapasitas Sesi Saat Ini: 20 / 3 Slot -> CRITICAL OVERFLOW!
Bandwidth Per User : 0.15 KB/s (RTO – Request Timed Out)
Gunakan kode dengan hati-hati.
Dua puluh murid elit Sekte Fajar yang baru saja merangsek melewati garis parkir beradius tujuh meter mendadak tersentak. Sepatu bot mereka yang menghentak ubin retak di halaman depan terasa seolah tertanam ke dalam semen basah. Aliran Qi di dalam dantian mereka yang semula meluap-luap mendadak tersendat parah, turun ke angka kritis akibat pembagian bandwidth otomatis yang terlampau sempit.
“K-Kenapa gerakanku melambat?!” salah satu murid di barisan depan berteriak panik, lengannya yang sedang mengayunkan pedang tertahan di udara dalam posisi canggung.
Wakil Penatua Sabri, yang berdiri di barisan tengah, merasakan urat-urat di keningnya menegang hebat. “Ini jebakan formasi penahan! Jangan pedulikan hawa energinya, terus maju dan tebas tiang rukonya!”
Wakil Penatua Sabri, yang berdiri di barisan tengah, merasakan urat-urat di keningnya menegang hebat. “Ini jebakan formasi penahan! Jangan pedulikan hawa energinya, terus maju dan tebas tiang rukonya!”
Derry, yang bersandar di kursi operator dengan wajah pucat dan keringat dingin yang mengalir ke dagu, menatap dasbornya dengan mata merah. Genggaman tangannya pada keyboard mekanis berdebu terasa begitu mantap. Di dunia lama, jika dua puluh pengguna tidak tahu diri masuk secara bersamaan untuk mengunduh berkas ilegal dan menyumbat seluruh lalu lintas data warnetnya, seorang admin tidak akan memarahi mereka satu per satu.
Admin akan melakukan pembersihan massal. Group Policy Blocking.
Jarinya menekan tombol kombinasi Ctrl + A pada daftar pengguna aktif Sesi_11 hingga Sesi_30. Setelah seluruh target terkunci dalam satu kluster, Derry mengetikkan perintah eksekusi kebijakan grup tingkat lanjut yang terhubung langsung dengan empat belas Server Nodes paralelnya:
text
`COMMAND: DEPLOY_GROUP_POLICY –TARGET=Sesi_11..Sesi_30 –INJECT_FATAL_ERROR`
Gunakan kode dengan hati-hati.
text
`COMMAND: DEPLOY_GROUP_POLICY –TARGET=Sesi_11..Sesi_30 –INJECT_FATAL_ERROR`
Gunakan kode dengan hati-hati.
Derry menatap lurus ke arah monitor, lalu menghantam tombol Enter dengan telapak tangannya yang gemetar. “Selamat tinggal dari sistem saya, bajingan.”
BZZZZZZZZT—BOOM!
Sebuah gelombang tekanan tak kasat mata berwarna biru neon pekat mendadak meledak dari sasis monitor CRT utama, merambat horizontal menembus untaian kabel empat belas PC di dalam ruangan, sebelum akhirnya memancar keluar halaman ruko. Sistem Billing Dao tidak hanya melakukan pemutusan koneksi (blacklist) biasa, kali ini Derry menginjeksikan kegagalan logika sistem (Fatal Exception Error) secara langsung ke dalam memori batin dan dantian dua puluh murid tersebut.
Visualisasi yang luar biasa mengerikan seketika terjadi di atas aspal halaman depan.
Visualisasi yang luar biasa mengerikan seketika terjadi di atas aspal halaman depan.
Di atas kepala dua puluh murid Sekte Fajar, sebuah angka dan kotak teks berbentuk layar biru neon berukuran kecil mendadak melayang secara serempak. Tulisannya kaku dan berpiksel: [ BSOD — FATAL_SYSTEM_CRASH ].
Detik itu juga, seluruh pasokan daya kehidupan dan kesadaran spiritual di dalam tubuh dua puluh murid tersebut mati mendadak secara sepihak. Sirkuit batin mereka dipaksa melakukan restart paksa yang gagal. Sepedang demi sepedang panjang terlepas dari genggaman, berdenting jatuh ke atas semen, disusul oleh tubuh dua puluh murid elit itu yang ambruk secara kaku ke atas aspal seperti deretan komputer yang dicabut kabel dayanya dari stopkontak secara kasar.
Wakil Penatua Sabri jatuh berlutut paling depan. Matanya melotot kosong memancarkan kilau biru neon tipis sebelum akhirnya ia memuntahkan darah hitam pekat yang meluluhkan aspal kering di bawahnya. Sistem kultivasinya hancur total dari dalam tanpa sempat melepaskan satu pun teknik pedang terbaiknya. Dua puluh kultivator petarung lumpuh total dalam satu ketukan tombol Enter [SISTEM AI TERKUAT novel].
Namun, di tengah hamparan tubuh pasukan yang bertumpangan kaku di halaman parkir, Kabut Jernih di langit subuh mendadak bergolak hebat. Sebuah tekanan aura yang sepuluh kali lipat lebih masif dari serangan sebelumnya turun dari langit, membelah atmosfer dengan hawa membakar yang pekat.
Penatua Gofar melangkah turun dari udara, kedua telapak tangannya menggenggam sebuah pusaka asli Balai Kota: sebuah cakram energi pembongkar formasi berwarna emas gelap yang berputar dengan deru mengerikan. Matanya menyala merah menatap kehancuran pasukannya.
“Kecoa sialan! Kau benar-benar meruntuhkan seluruh pasukanku!”
Raungan Penatua Gofar menggelegar, menggetarkan sisa-sisa fondasi beton ruko Derry Net. Dari udara, ia menukik turun dengan kecepatan penuh. Cakram energi pembongkar formasi di tangannya berputar liar, memancarkan bilah-bilah cahaya emas gelap yang memotong atmosfer subuh. Seluruh kekuatan Inti Emas (Gold Core Realm) puncaknya dikerahkan tanpa sisa, menghantam lurus ke arah pusat Firewall beradius tujuh meter milik Derry.
BLAAAAAAM—!
Benturan ekstrem itu menciptakan gelombang kejut yang menyapu bersih seluruh debu dan bangkai kendaraan di area parkir. Di dalam ruko, empat belas Server Nodes paralel milik Derry mendadak meledak bergantian. PLOK! PLOK! PLOK! Casing-casing PC lama itu pecah, menyemburkan api dan komponen kapasitor yang hangus akibat kelebihan beban fatal.
Monitor CRT utama di atas meja operator retak menjadi dua bagian secara horizontal. Kaca cembungnya mengeluarkan asap hitam pekat, memantulkan grafik sistem yang berkejutan di angka kritis:
CPU Usage: 99.9% (SYSTEM COLLAPSE IMINENT).Derry terlempar dari kursi operatornya, tubuhnya menghantam rak tripleks hingga hancur dan merosot ke lantai semen. Dadanya kembali berdenyut nyeri ekstrem, dan ia memuntahkan darah segar yang membasahi kaosnya. Sistem pelindung Billing Dao berada di ambang keruntuhan mutlak. Daya komputasinya habis.
Penatua Gofar mendarat di atas ubin retak dengan napas memburu, jubah emasnya compang-camping. Ia mengangkat kembali cakram emasnya yang retak sepertiga, bersiap memberikan hantaman akhir tepat ke arah sasis server utama Derry yang berada di balik meja. “Mati kau, Operator!”
TIIIIIIIT—BRUMMMM!
Tepat sebelum cakram Gofar diayunkan jatuh, sebuah raungan mesin diesel tua memotong kebisingan subuh. Dari balik sisa Kabut Jernih di jalan raya, sebuah truk logistik berkarat bertenaga generator spiritual menerjang kencang tanpa menyalakan lampu depan. Truk itu melompati pembatas jalan dan menabrak lurus ke arah Penatua Gofar dari samping dengan kecepatan penuh.
BRAAAKKK!
Gofar terkejut, terpaksa mengubah arah serangannya untuk menahan moncong truk besi tersebut, menciptakan ledakan energi yang menghancurkan sasis depan kendaraan hingga ringsek.
Pintu kemudi truk terlempar terbuka. Fajar, sang kurir bayangan, melompat keluar dengan tubuh bersimbah darah namun matanya berkilat liar. Di punggungnya, ia mendekap sebuah tas ransel militer yang robek, memperlihatkan sebongkah kristal spiritual raksasa sewarna perak murni yang memancarkan energi bertekanan masif—Bahan Baku Kultivator Tingkat Bumi.
Fajar melempar ujung kabel transmisi LAN Cat6 tebal yang terhubung langsung ke kristal tersebut melewati celah pintu ruko yang hancur, berteriak parau melalui radio panggil di kerahnya: “Operator! Sambungkan jaringannya! Isi ulang kuotamu sekarang juga!!”
Derry yang terkapar lemas di lantai semen, dengan sisa kesadarannya yang mulai kabur, menatap ujung konektor RJ45 tembaga yang bergulir berhenti tepat sepuluh sentimeter dari telapak tangan kanannya. Di luar ruko, di balik reruntuhan moncong truk yang terbakar, siluet Penatua Gofar yang murka perlahan bangkit berdiri dengan mata yang menyala merah darah.
Jemari Derry yang bersimbah darah bergerak merayap, menjangkau konektor tersebut tepat saat bayangan Gofar melangkah masuk menembus garis Bilik.
